Sobat muda kali ini saya akan sharing pengetahuan tentang
linux,operating system yang mungkin jarang orang yang memakainya.Hal yang saya
bahas kali ini yaitu proses dan daemon.
Dalam hidup itu perlu proses,belajar perlu proses,makan perlu
proses,mencari pasangan hidup pun juga perlu proses,hasshh... Namun,proses yang
saya jelaskan kali ini berkaitan tentang linux.Jadi,dalam linux program tunggal
yang sedang dieksekusi pada alamat virtual itu disebut proses.
Adapun daemon sendiri yaitu proses yang berjalan di balik
layar (background) dan tidak berinteraksi langsung dengan user melalui standard
input/output.
Sudah paham kan dengan penjelasan singkat saya ?
Kalau belum,bisa dibaca berulang-ulang kali hingga paham :D
Next,Langsung saja kita menuju ke proses pembuatan dari
daemon.
Ada 6 proses pembuatan Daemon
1. Fork Parent Processs dan penghentian Parent Process
2. Mengubah mode file menggunakan UMASK(0);
3. Membuat Unique Session ID (SID)
4. Mengubah Directory Kerja
5. Menutup File Descriptor Standar
6. Membuat Loop utama (inti kerja dari daemon).
Pertama kita buka terminal pada linux.Bisa dengan menekan
Ctrl+alt+T
Setelah itu kita buat codingan dalam bentuk *.c
Lalu kita deklarasikan header/library yang dibutuhkan. di
sini ada 7 buah.
Terakhir kita masukkan isi codingan berikut :
int main(void){
pid_t pid, sid;
pid = fork();
if (pid < 0){
exit(EXIT_FAILURE);
}
if (pid > 0){
exit(EXIT_SUCCESS);
}
umask(0);
sid = setsid();
if (sid < 0){
exit(EXIT_FAILURE);
}
if ((chdir("
/*lokasi direktori*/ ")) < 0){
exit(EXIT_FAILURE);
}
close(STDIN_FILENO);
close(STDOUT_FILENO);
close(STDERR_FILENO);
while(1){
// main
program here
sleep(10);
}
exit(EXIT_SUCCESS);
}
Lalu apa fungsi dari pembuatan daemon ini?
Untuk contoh implementasi programnya bisa kita lihat di
posting berikutnya.
Sekian dan semoga bermanfaat.
Tetap SEM SEMangat SEM SEM SEMangat :D


0 komentar:
Posting Komentar